Rabu, 22 Mei 2013

ingin sejenak menjadi anak-anak



Ya, masa anak-anak ialah masa yg paling mengasyikkan, tanpa beban. Masa dimana kita bisa hidup sebebasnya, menangis sekerasnya, tertawa sesukanya. Berlari kesana kemari, jatuh-menangis-diam-sudah (tak pernah menangisi 2x atau lebih karena jatuh yang sama, ia hanya akan jatuh yg lain) tanpa merenungi atau mempermasalahkan jatuhnya itu. Ia selalu menggemaskan, hal apapun yg ia kerjakan tak pernah ada yang menyalahkan. Tak ada yang menghujat kepada dia : “Dewasalah! Mengertilah”.  Tak pernah terpikir akan jadi apa dan bagaimana masa setelah itu, tak pernah berpikir siapa yang akan jadi jodohnya kelak. Tak pernah duduk merenung memikirkan hal-hal yang absurd. Yang ia tahu hanya Ibu sosok ‘perempuan’ yang ia sayangi, dan menyayanginya sepenuh hati, tanpa pamrih, tanpa imbalan. Bukan sosok yang abu-abu yang ia pikirkan.
             Ia tak mengenal masa setelah itu, dan tak pernah ingin berkanalan. Ia hanya mengenal masa bermain, tanpa ada masalah. Pada kenyataannya masa setelah masa anak-anak adalah kemunafikan, kebancian. Jika ia tau, pasti ia tak akan mau meninggalkan masa anak-anak. Aku ingin sejenak menjadi anak-anak, menjadi tak mempedulikan masa sekarang, bahkan depan. selalu tenang, ceria dan bahagia. Selalu mencintai dan membutuhkan ibu, bukan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar