Rabu, 02 Juli 2014

tak perlu ada judul

Andai hp pintar tidak ada. Kita akan benar-benar diam dalam redup ruang cafe itu. Hanya melakukan gerak kecil agar tak terlihat terlalu tegang. Ikut bernyanyi lagu yang diputar karyawan cafe. Namun, hp pintar nyatanya tak cukup pintar memahami situasi dan kondisi. menjadi pelampiasan atas bekunya keadaan.
     Maaf, bukan ku bisu. Tapi bicara panjang lebar dan sok akrab bukan keahlian ku. Selain itu, ini pertama dan sempat tak percaya ini nyata. Berada pada meja yang sama dalam ke-belum akraban. Haha, baru ketemu pasti malu-malu.
     Dipertemukan oleh keadaan pada jalan yang sebelumya tak pernah terpirkan. Tak peduli bagaimananya perasaanmu. Yang paling penting, perasaan dan pikiran ini berobjek. Pun doaku, kusandingkan perimntaan atas segala kebaikan pada mu dengan bapak ibu.
     Bukan lagi rasa ini menuntut terbalas. Ataupun diketahui. Ia hanya butuh kebebasan atas pengekspresiannya. Lagi, sajakku bertuan. Ia tau kemana harus pulang. Asal kamu tahu.
     Biar waktu saja yang berkata tentang bagaimananya ini. Menjelaskan semunya tanpa grogi. Dan anggukanmu yang mengiyakannya. Bukan masalah berani atau tidaknya ku mengungkapkan, tapi ada kalanya kita terlalu berlebihan, dan tak semua dari kita berfikir yang kita fikirkan.
      Lalu, keabsurdan tulisan ini jangan dipermasalahkan. Setiap kita punya cara pelampiasannya masing-masing. Nikmati atau tinggalkan.
     Akhir, jalan mana menujumu? Yang paling berat, yang paling banyak hambatan. Agar proses jadi saksi, kita tak sesederhana mengetiknya. ngg.
»»  lanjut baca

Senin, 02 Juni 2014

capresmu, karepmu. capresku, karepku.

assallamu'alaikum wr.wb
alhamdulillah, hidayah buat ngblog ada lagi :)

#pilpres (pemilihan presiden) adalah hajatan besar bangsa ini. presiden yang di pilih langsung oleh rakyat yang di harapkan mampu mengatasi segunduk masalah yang ada di negri ini. tahun ini ada dua pasang yang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres. yaitu 'joko widodo - jusuf kalla' dan 'prabowo subianto - hatta rajasa'.

namun sayang, karena dua pasang calon ini membuat tak sedikit dari kita yang saling hujat, hina, bahkan saling bermusuhan. padahal mereka adalah indonesia. yang bersemboyan bhineka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua). perbedaan cara pandang harusnya tak memecah persatuan, toh yang kita dukung belum tentu sesuai yang kita bayangkan. 

kita bela mereka mati-matian, bahkan sampai saling bermusuhan yang berkepanjangan. padahal menurut para elit politik, "tak ada musuh dan teman yang abadi dalam berpolitik". buktinya, pada pilpres yang lalu gerindra nikah sama pdip dan sekarang cerai dan jadi lawan, dsb.

tugas kita adalah memilih. terserah siapa yang terbaik menurut kita. menjelekan calon yang lain tak membaguskan calon kita, yang ada hanya malah semakin memperpanas suhu politik dan tidak akan merubah negeri ini lebih baik bahkan lebih buruk. 

sekalipun kejelekan tersebut nyata adanya, kita tidak ada hak untuk mengespos atau mempublikasikan hal tersebut kepada rakyat awam yang mudah terprovokasi. silahkan suka, silahkan ajak yang lain juga suka tapi membuka ataupun membicarakan aib atau kejelekan lawan pasti tak dibenarkan agama atau suku mana pun.

apalagi kalau yang disebarluaskan tersebut adalah fitnah. kita hanya akan dapat kesia-siaan atas hal tersebut. dan kekuasaanlah yang pasti mereka raup. dan jika mereka tak amanah padahal sudah kita bela sedemikian rupa, kita yang akan malu. 
kenali calon mu, cari tau tentangnya dari pihak yang netral, yang tidak berpihak terhadap siapapun. dan jangan berlebihan dalam mendukung calon kita. yang berlebihan selalu tak baik. pada intinya pasti tujuan kita ialah menjadikan negri ini lebih baik dan oleh karena itu, kita harus pakai cara baik.

kampanye beradap, tanpa caci maki dan fitnah!
wasallamu'alaikum wr.wb


»»  lanjut baca